Pencarian  
adminwebSunday, 18 June 2017 21:39 Berita Satuan

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Kepada Alim Ulama dan Tokoh Agama se-Kab. Nganjuk Oleh Komandan Kodim 0810/Nganjuk


Nganjuk,  - Bertempat di ruang rapat Anjuk Ladang Pemda Nganjuk telah dilaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono S, S.E. kepada para alim ulama dan tokoh agama se-Kab. Nganjuk, Sabtu ( 17/06 ).

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Letkol Arh Sri Rusyono S, S.E. Dandim 0810/Nganjuk, Mayor Inf Edy Sunarko, S.Sos Kasdim 0810/Nganjuk, Drs. Imam Ashari, M.Si Kepala Kantor Kesbangpol Nganjuk, KH. Ahmad Qolyubi Dahlan Imam Besar Masjid Agung Kab. Nganjuk, KH. Zainal Abidin Ketua Forum Komunikas Ponpes se-Kab. Nganjuk/Ketua Front Pembela Pancasila Kab. Nganjuk, Drs. H. Sholihin Ketua FKUB Kab. Nganjuk dan Ulama serta Tokoh Agama se-Kab. Nganjuk.

Dalam materi wawasan kebangsaannya Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono S, S.E. mengatakan Bahwa untuk para ulama dan para santri dalam melaksanakan perjuangannya melawan penjajah yang tergabung dalam laskar-laskar, seperti laskar Hisbullah, laskar Sabilillah serta yang tergabung dalam Peta. Kemudian para santri dan ulama tersebut setelah Indonesia merdeka diberikan pilihan kembali ke masyarakat ataukah bergabung dengan TNI. Setelah itu berdirilah TNI dengan pemimpinnya yang bernama Panglima Besar Jendral Sudirman, yang mana latar belakang sosok Panglima Besar Jendral Sudirman adalah seorang Kyai/Guru ngaji di daerah Jawa Tengah.

Dandim juga mengatakan Bahwa semuanya sudah disampaikan kepada para mahasiswa namun saya belum puas kalau belum menyampaikannya kepada para ulama karena TNI dengan ulama sama-sama pernah berdarah-darah dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara kita.

Lebih Lanjut Dandim menyampaikan Bahwa untuk saat jumlah penduduk bumi sudah mencapai 7 M lebih sedangkan idealnya di huni sekitar 3 - 4 M orang, sehingga mengalami kelebihan penghuni, dan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya mereka menggunankan sumber energi dari fosil (minyak), sehingga apabila minyak habis maka akan berebut untuk mencari sumber energi alternafif dan sumber energi alternatif terbesar salah satunya adalah negara kita. Dengan adanya perebutan sumber energi berupa minyak yang saat ini terjadi di daerah Timur Tengah apabila minyak sudah habis tentunya mereka akan mencari daerah baru yang belum tereksploitasi dan daerah tersebut berada di daerah khatulistiwa termasuk Indonesia, sehingga sangat dimungkinkan konflik yang saat ini terjadi di sana bisa pindah di daerah negara-negara di jalur khatulistiwa.

Disamping itu negara kita adalah negara yang sangat kaya raya, seperti halnya di Maluku,  Timor Timur memiliki kandungan gas alam yang sangat banyak sehingga bukan referendum yang menjadi alasan akan tetepi ada alasan lain yang tersembunyi yang lebih besar lepasnya Timor Timur tersebut. Sehingga luasnya wilayah kita dibandingkan dengan jumlah TNI yang hanya sekitar 500.000 orang tentunya masih kurang sedangkan negara lain seperti China tentaranya mencapai sekitar 4 juta personel, tutur Letkol Arh Sri Rusyono S, S.E.

Ancaman yang mengancam negara kita adalah dijajah oleh media sosial yang bisa masuk ke rumah-rumah tanpa batas. Oleh karena itu kondisi bangsa kita yang seperti ini perlu dipaparkan kepada para warga masyarakat dan para ulama. Ancaman berikutnya berasal dari luar, bahwa kondisi militer negara-negara tetangga kita sudah jauh lebih maju dibanding negara kita seperti Singapura memiliki pesawat tembur jauh lebih banyak dari kita sampai dikontrakan  di negara luar Singapura, termasuk ancaman terorisme, di negara kita saat ini terorisme semakin marak dan tokoh teroris Phlilipina Abu Sayap diantaranya adalah orang Indonesia. Apalagi ancaman narkoba, yang meusak generasi bangsa bahkan akan hancur apabila terkena narkoba, tegas Dandim

Permasalahan imigrasi/imigran ilegal juga menjadi salah satu penyebab permasalahan di negara kita, karena negara kita tidak akan bisa mengusir imigran tersebut karena kalah dengan perjanjian dengan UNHCF dan apabila dilanggar negara kita akan mendapatkan sanksi dari dunia internasional 

Ancaman tidak hanya berasal dari luar tetapi juga berasal dari dalam seperti halnya adanya pemberontakan PKI tahun 1965 yang membantai ulama dna TNI yang mana untuk data orang-orang yang terlibat peristiwa tersebut masih ada dan kita amankan dan hanya TNI yang mempunyai data tersebut  secara akurat, selain itu juga adanya kelompok Islam yang ingin menderikan negara Islam. Mengapa bangsa kita sampai saat ini bisa dihuni oleh berbagai latar belakang agama hal itu karena adanya Pancasila. Dan Islam tidak boleh mengadobsi budaya Arab, tetapi kita ambil ajarannya sehingga kita tidak akan merubah adat budaya bangsa kita sendiri, pungkas Letkol Arh Sri Rusyono S, S.E.

Selain diisi materi Wasbang oleh Dandim 0810/Nganjuk, kegiatan tersebut juga diisi sambutan oleh ulama dan tokoh agama yang lain. (ed's 0810)


Berita Lain :