Pencarian  
adminwebTuesday, 09 January 2018 12:29 Berita Satuan

Bati Tuud Koramil Kemlagi Hadiri Konferensi AKD dan Penyuluhan Penyakit Difteri

Bati Tuud Koramil Kemlagi Hadiri Konferensi AKD dan Penyuluhan Penyakit Difteri

Mojokerto, - Forum Pimpinan Kecamatan Kemlagi terdiri dari Camat Tri Cahyo Harianto, S.Sos, Kapolsek AKP Subyanto, SH dan Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Inf Eko Wahyudi yang diwakili Bati Tuud Pelda Ahmad Jainuri menghadiri rapat koordinasi Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kecamatan Kemlagi dan Penyuluhan Difteri, Selasa (09/01/2018).
 
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mojopilang Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto dibuka Camat Kemlagi Tri Cahyo Harianto, S. Sos dan dihadiri sekitar 24 orang, Ka UPT Puskesmas Kemlagi dr. Wiwik Kusnul Latifah, Ketua AKD Kecamatan Kemlagi Agus Suprayitno, SE., Para Kades se-Kecamatan Kemlagi, Babinsa Mojopilang Koptu Maryono, dan Staf UPT Puskesmas Kemlagi.
 
Dalam kata pembukanya, Camat Tri Cahyo Harianto, S. Sos menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan undangan Rakor AKD di wilayah Kecamatan Kemlagi. Dalam sambutan singkatnya, Camat juga menyinggung dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang harus dikelola sesuai standard dan aturan serta dipertangungjawabkan.
 
Berikutnya penyuluhan difteri oleh Kepala UPT Puskesmas Kemlagi dr. Wiwik Kusnul Latifah, yang menyampaikan, Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit.   Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheri, masa inkubasi penyakit ini sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari, difteri sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.
 
Gejala-gejala dari penyakit ini, lanjutnya, diantaranya terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu (pseudomembrant) yang menutupi tenggorokan dan amandel, demam dan menggigil, sakit tenggorokan dan suara serak, sulit bernapas atau napas yang cepat, pembengkakan kelenjar limfe pada leher, lemas dan lelah. Upaya pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin DTP (difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan).(pen082)


Berita Lain :