Pencarian  
adminwebMonday, 17 March 2014 13:14 Amanat

AMANAT PANGLIMA KODAM V/BRAWIJAYA PADA UPACARA BENDERA TUJUH BELASAN KODAM V/BRAWIJAYA TANGGAL 17 MARET 2014

  

    Para Perwira, Bintara, Tamtama dan segenap  Aparatur Sipil Negara Kodam V/Brawijaya  yang saya hormati dan saya cintai.

     Sebagai insan yang beriman dan bertaqwa marilah kita senantiasa menghaturkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nya, kita semua dapat melaksanakan Upacara Bendera Tujuh Belasan di bulan Maret ini dalam keadaan baik dan sehat wal’afiat.

   Penting kita semua selalu mengingat, bahwa pelaksanaan upacara bendera adalah wujud rasa bangga dan penghormatan kita kepada bendera Merah Putih, simbol lambang Negara kita, yang menjadi bukti  tetap  tegak dan kokohnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.

     Peserta upacara yang saya banggakan.
       
    Saya ingin terus mengajak kita semua untuk selalu mencermati perkembangan situasi disekitar kita, terlebih yang berpengaruh pada aspek pertahanan dan kemanan di wilayah Jawa Timur. Perlu kita pahami, sesungguhnya telah terjadi pergeseran paradigma ancaman, yaitu dari ancaman tradisional menjadi ancaman baru, dengan pola ancaman diluar parameter tradisional yang kita kenal dan kita hadapi selama ini. Berbagai bentuk ancaman dapat muncul setiap saat dengan spektrum yang tidak pernah terjadi sebelumnya,  bahkan demikian kuatnya sehingga dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan NKRI. 
     Oleh karena itu, kepada seluruh Prajurit dan APARATUR SIPIL NEGARA, baik perorangan maupun satuan, wajib untuk selalu waspada dan peka terhadap setiap perkembangan situasi di lingkungan masing-masing, khususnya yang dapat mempengaruhi pengamanan satuan dan pengamanan personel kita.  Lakukan deteksi dini dan lapor cepat atas kejadian dan peristiwa yang berpotensi menjadi kerusuhan sosial, atau merupakan kegiatan kelompok teroris, serta aktifitas jaringan Narkoba dan gangguan keamanan lainnya.

     Peserta upacara sekalian,

    Berkaitan dengan tugas Komando Kewilayahan, beberapa waktu yang lalu Kodam V/Brawijaya telah melakukan operasi kemanusiaan penanggulangan bencana alam erupsi Gunung Kelud. Kita patut bersyukur bahwa kegiatan kita sejak awal, yaitu sejak tahap Tanggap Darurat Bencana, kemudian pada tahap Pengembalian Pengungsi dan pendataan kerusakan, dilanjutkan memasuki tahap rekontruksi dan rehabilitasi, semua telah dapat berlangsung dengan lancar, aman dan hasil baik, bahkan mendapat apresiasi serta penilaian positif dari berbagai kalangan, termasuk dari luar negeri.
     Dalam Karya Bakti yang telah selesai kita laksanakan, banyak hal yang telah dilakukan, dimulai dari pembukaan akses jalan, pembersihan material vulkanik, perbaikan rumah warga yang rusak, hingga membantu secara terbatas perbaikan fasilitas air bersih, listrik, dan fasilitas umum yang rusak.  Kita juga telah melakukan upaya-upaya pengamanan menghadapi bahaya banjir lahar dingin, pencurian ternak dan harta,  serta mencegah masuknya masyarakat ke-radius bahaya yang masih berjarak 10 km saat itu.
    Tentu kita semua berharap, kegiatan Karya Bakti ini merupakan wujud nyata peran dan kepedulian Kodam dalam bahu-membahu bersama Pemerintahan Daerah, Polri, unsur TNI dan segenap komponen masyarakat lainnya, untuk membantu kesulitan masyarakat yang mendapat musibah bencana alam.
Selanjutntya pada kesempatan yang khidmat ini, saya atas nama Komando, mengucapkan terimakasih dan menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para Komandan Satuan, para prajurit dan APARATUR SIPIL NEGARA yang terlibat pada operasi penanggulangan bencana gunung Kelud. Selanjutnya operasi ini hendaknya dapat dijadikan pembelajaran bagi Kodim-Kodim lainnya yang memiliki Gunung Berapi, dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana serupa.

     Peserta Upacara yang saya hormati,

    Para Pimpinan Kodam V/ Brawijaya beberapa hari yang lalu telah melaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim) dilanjutkan Apel Komandan Satuan (Apel Dansat). Kepada para Pimpinan agar segera meneruskan hasil Rapim dan Apel Dansat kepada bawahannya, untuk dapat dijabarkan menjadi program kerja satuan masing-masing dengan baik, benar dan tepat waktu.

    Selanjutnya, ditengah padatnya kegiatan kita pada Pengaman Pemilu dan juga Pengamanan VVIP di semua wilayah Korem, saya ingin menekankan untuk kita tetap dapat menjalankan pembinaan satuan secara baik. Yakinkan program dan kegiatan rutin satuan tetap berjalan sesuai dengan kalender yang ditetapkan.  Juga lakukan pengelolaan anggaran secara tertib dan akuntabel agar daya serap baik dan mampu mewujudkan kriteria Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 
    Secara khusus saya menekankan pada pembinaan disiplin. Sekali lagi saya tegaskan, perkelahian fisik antar prajurit atau prajurit dengan Polri atau dengan masyarakat, adalah tidak ada yang benar. Semuanya salah. Ingat saat ini ada pihak-pihak yang ingin melemahkan TNI dan Polri, dengan cara mengadu domba.  Mereka mengetahui bahwa kekuatan sentral negara ini adalah pada TNI dan Polri-nya (center of gravity).  Bila ingin menghancurkan Indonesia, maka rusak dulu kekuatan dan soliditas TNI-Polrinya.  Jadi sangatlah bodoh bila kita terpancing untuk pecah. Kelompok ini akan bertepuk tangan dan kita menjadi ayam aduan mereka.
    Karena itu, komando akan bertindak tegas atas pelanggaran perkelahian ini, juga terhadap prajurit yang ketempat hiburan malam dan mabuk karena Miras, juga Prostitusi dan terlebih Narkoba.  Apabila pelanggaran dilakukan lebih dari 2 orang, maka satuannya akan di non-aktifkan seperti yang diberlakukan pada Kikavser-3. 
    Status Non-aktif pada suatu satuan, artinya Pimpinan “tidak percaya” pada satuan itu, dan kepada seluruh prajurit dan unsur pimpinannya akan dilakukan evaluasi dan pembinaan sampai dengan dinilai mampu melaksanakan tugas secara baik dan tidak memalukan.
   Atensi khusus juga diberikan kepada Dansat Kowil, Dansat Intel dan Dansat Polisi Militer Kewilayahan terdepan, dimana tempat hiburan malam yang sering didatangi prajurit dan terjadi keributan, prostitusi dan peredaran narkoba berada.  Karena satuan-satuan kewilayahan ini seharusnya mengetahui tempat-tempat hiburan  yang sering didatangi prajurit dan sarat dengan Miras, prostitusi dan Narkoba, yang menjadi sumber keributan selama ini.  Para Komandan Satuan kewilayahan ini seharusnya melakukan pencegahan. Karena itu, kembali saya instruksikan, untuk dilakukan razia gabungan baik rutin maupun mendadak ke lokasi-lokasi ini.

     Para Prajurit dan Aparatur Sipil Negara yang saya banggakan.

    Hal penting lainnya, saya kembali mengingatkan agenda besar nasional yang harus dapat kita amankan yaitu Pemilu 2014. Perlu dicermati bahwa potensi gangguan keamanan jelang Pemilu Legislatif tanggal 9 April cenderung meningkat. Indikasinya antara lain meningkatnya angka pelanggaran akibat semakin kuat dan makin kerasnya persaingan antar Parpol di tahapan kampanye ini, disamping terjadinya gangguan dan permasalahan kesiapan penyelenggara Pemilu seperti terlambatnya  logistik Pemilu dan kurangnya sosialisasi. 
    Potensi lain bersumber dari kelompok eksis Radikal Kanan (Raka)-Radikal Kiri (Raki) dan permasalahan sosial-buruh, serta aksi Orang Tidak diKenal (OTK) dengan senjata api dan penggunaan Handak yang terjadi 14 kali dalam 3 bulan terakhir. 
    Dalam kaitan itu, kepada para Unsur Pimpinan dan Komandan Satuan agar selalu memonitor dan melaporkan potensi kerawanan pada setiap tahapan Pemilu 2014. Tingkatkan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam rangka pengambilan langkah-langkah terpadu dan menyikapi setiap permasalahan. Juga siapkan rencana tindakan kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk pada penyelenggaraan Pemilu.

   Selanjutnya, kepada Segenap Prajurit dan APARATUR SIPIL NEGARA Kodam V/Brawijaya, agar benar-benar siap mengamankan dan mengawal Pemilu 2014.  Bersama rakyat, amankan Pemilu agar dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar dan damai. Bersama Rakyat, kawal Pemilu agar dilaksanakan secara demokratis, jujur, bersih, adil, sesuai dengan peraturan dan perundangan. 
   Jangan biarkan adanya upaya-upaya yang dapat mengganggu Pemilu. Juga jangan biarkan adanya penyimpangan seperti tindak kekerasan dan pemaksaan untuk memilih Parpol tertentu.  Dan jangan ragu untuk melaporkan kecurangan yang nyata-nyata terjadi didepan mata kita.  Terkait mengawal Pemilu, telah diedarkan pamflet tentang pasal-pasal pelanggaran Pemilu, agar dipedomani.
   Selanjutnya teruslah jaga Netralitas dengan hindari usaha-usaha yang dapat menyeret kita kepada politik praktis. Juga sangat penting jaga objektifitas kita dan keluarga kita, jangan sampai dapat dihasut atau dibodohi oleh informasi yang menyesatkan bahkan fitnah.  Jangan sampai kita terpengaruh Kampanye Gelap (Black Campaign) dan terhasut Politik Uang (Money Politics).

    Peserta upacara yang saya hormati dan saya banggakan.

    Inilah situasi, kondisi dan beberapa evaluasi yang penting menjadi atensi kita bersama. Saya berharap, para Prajurit dan Aparatur Sipil Negara sekalian dapat memahami apa yang saya sampaikan, dan mari kita laksanakan bersama untuk kesuksesan pelaksanaan tugas Kodam kita, dan juga untuk kemajuan Jawa Timur, daerah dimana tempat kita bertugas dan mengabdi kepada bangsa dan negara.
    Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa  memberikan  petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita semua.

Selamat bertugas.
Bhirawa Anoraga
Sekian dan terima kasih.
    



   Panglima Kodam V/Brawijaya,



    Ediwan  Prabowo, S.I.P.
     Mayor Jenderal TNI


Berita Lain :