Pencarian  

Sejarah Kodam V/Brawijaya


LINTASAN SEJARAH

KODAM V/BRAWIJAYA


I. PERTUMBUHAN KODAM V/BRAWIJAYA

1. UMUM.

Semenjak bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Fakta sejarah menujukkan bangsa Indonesia masih dihadapkan kepada berbagai hambatan tantangan, ancaman, dan gangguan baik datang dari luar negeri maupun yang timbul dari dalam negeri. Ternyata dari pihak penjajah dan pihak lainnya yang tidak senang melihat Indonesia merdeka dengan berbagai dalih dan jalan berusaha terus untuk menghancurkan negara republik Indonesia yang baru saja diproklamirkan. Dalam situasi dan kondisi demikianlah Kodam V/Brawijaya dilahirkan dan akhirnya tumbuh dan berkembang sebagai salah satu unit organisasi TNI AD.

Pada hakekatnya TNI Divisi I Jatim yang terbentuk pada tanggal 17 Desember 1948 ini terus tersusun dari unsur – unsur yang merupakan anak kandung perjuangan bangsa Indonesia, khususnya rakyat Jawa timur. Unsur – unsur tersebut lahir ditengah – tengah kancah perjuangan bangsa Indonesia sebagai jawaban sejarah untuk mempertahankan dan menegakkan negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarakan Pancasial UUD 1945, melalui pasang surutnya perjuangan melawan kekuatan penjajah dan kekuasaan lainnya, akhirnya pada 17 Desember 1948 unsur – unsur tersebut tersusun kedalam organisasi Tentara yang diberi nama TNI Divisi Jawatimur.

 

Dengan demikian jelas bahwa pertumbuhan Kodam V/Brawijaya lahir dan ditumbuh kembangkan oleh, dari, untuk perjuangan Bangsa Indonesia.

2. PROSES PERTUMBUHAN TNI.

    a. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat.

   Pada tanggal 22 Agustus 1945 panitia persiapan kemerdekaan Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Badan Kemanan Rakyat (BKR) sebagai bagian dari Badan Penolong Korban Perang (BPKP) setelah dikeluarkannya pengumumannya terseburt, pada pemuda militan bekas tentara PETA, HEIHO, Gyugun, KNIL dan lain –lainya hampir diseluruh tanah air termasuk didaerah Jawatimur kemudian mnyusun diri dalam BKR – BKR setempat. Sedangkan mereka yang tidak masuk kedalam BKR kemudian bergabung didalam badan – badan kelaskaran.

    b. Badan Keamanan Rakyat menjadi Badan Keamanan Rakyat.

    Pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan suatu maklumat pemerintah dibentuklah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan dibentukanya TKR yang berintikan BKR ini satuan BPR yang ada di Jawa timur kemudian disusun kedalam 3 divisi yaitu : Divisi VI di Kediri, Divisi VII di Mojokerto, dan Divisi VIII di Malang.

     c. Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat.

    Pada tanggal 7 Januari 1946 sesuai dengan penetapan pemerintah Nomor 2 /SD tahun 1946 nama Tentara Keamanan Rakyat diganti menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Perubahan nama ini tidak mengubah susunan ketentaraan yang ada di Jawa timur, kekuatannya tetap tiga Divisi.

     d. Tentara Keselamatan Rakyat menjadi Tentara Republik Indonesia.

     Pada tanggal 25 Januari 1946 sesuai dengan penetapan pemerintah nomor 4/SD tahun 1946, nama Tentara Keselamatan Rakyat diganti menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Perubahan ini tidak mengubah susunan kekutan TRI di Jawa timur yang terdiri dari tiga Divisi, namun berdasarkan hasil permusyawaratan antara panitia besar Reorganisasi Tentara dengan para Panglima tanggal 25 Mei 1946, diadakanlah perubahan nomor dan pemberian nama Divisi-Divisi sehingga Divisi-Divisi yang ada di Jawa Timur menjadi seperti berikut :

    1. Divisi VII berubah menjadi Divisi V Ronggolawe.

    2. Divisi VI berubah menjadi Divisi VI Narotama.

    3. Divisi VIII berubah menjadi Divisi VII Suropati.

Perubahan tersebut diresmikan pada tanggal 5 oktober 1946.

    e. Tentara Republik Indonesia menjadi Tentara Nasional Indonesia.

Pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden RI mengeluarkan penetapan (BN 1947 no. 24) tentang pengesahan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) perubahan nama tersebut tidak mengubah susunan TNI di Jawa timur namun dengan pembentukan TNI, semua susunan yang tergabung didalam badan – badan kelaskaran bersenjata secara selektif diwadahi kedalam organisasi baru TNI.

3. PERKEMBANGAN TNI DIVISI I JAWA TIMUR.

    a. Pembentukan TNI Divisi I jawa timur.

    Berdasarkan keputusan menteri pertahanan RI Nomor A/532/48 tanggal 25 Oktober 1948, dibentuklah TNI Divisi I Jawa timur, dengan pembentukan ini, maka ke 3 Divisi yang ada di Jawa timur dilebur dan bergabung menjadi 1 Divisi, akhirnya pada tanggal 17 Desember 1948 bertempat dilapangan Kowak Kediri diselenggarakanlah upacara peresmian berdirinya TNI Divisi I Jawa timur.

    b. Penetapan sebutan Brawijaya.

    Pada tanggal 17 Desember 1951 bertepatan dengan HUT Divisi I Jawa timur yang ke – 3 diresmikanlah sebutan Divisi Jawa timur.

    Nama Brawijaya adalah suatu dinasti pada masa kerajaan Majapahit yang telah berhasil mempersatukan wilayah nusantara dan menjadikan Mojopahit sebagai kerajaan yang dapat mencapai kejayaannya dengan gemilang, awalan Bra atau bre pada nama Brawijaya mengadung arti Agung, suatu gelar kehormatan yang diberikan pada seorang pemuda kesatria pendiri Negara/kerajaan Mojopahit yang bernama Wijaya.

    Penokohan Brawijaya bagi TNI Divisi I jawa timur tiada lain agar sifat – sifat kepemimpinan, keperwiraan, dan keprajuritan yang demikian oleh Wijaya dapat memberikan Inspirasi dan motivasi kepada para prajurit Divisi – I jawa timur dalam rangka menunaikan tugas pengabdian terhadap bangsa dan negara indonesia.

    c. Divisi – I Brawijaya menjadi Tentara Territorium V Brawijaya.

    Sesuai Instruksi Ksad nomor 2/Ksad/Instr/25 tanggal 5 januari 1952. divisi – I/Brawijaya diresmikan menjadi Tentara Tentara Territorium V/Brawijaya. Perubahan ini didasarkan kepada pembagian wilayah indonesia tujuh territorium.

    d. Tentara Territorium V Brawijaya menjadi Kodam VIII Brawijaya.

    Sesuai Keputusan KSAD Nomor :Kpts-592/10/1959 tanggal 9 Oktober 1959, Sebutan Tentara Territorium V/Brawijaya diganti menjadi Kodam VIIIBrawijaya, Perubahan ini didasarkan pada perubahan pembagian wilayah/daerah militer menjadi 17 Komando Daerah Militer (Kodam).

     e. Kodam VIII Brawijaya menjadi Kodam V/Brawijaya

    Sesuai Keputusan KSAD Nomor, Kep/4/I/1985 tanggal 12Januari 1985, Sebutan Kodam VIII Brawijaya diganti menjadi Kodam V/Brawijaya. Perubahan ini disebabkan oleh adanya reorganisasi yang dilakukan oleh TNI AD yang berpedoman kepada prinsip ”a smal effectiveunit”, sehingga jumlah Kodam yang sebelumnya sebanyak 17 dijadikan 10 Kodam.

II. PENGABDIAN KODAM V/BRAWIJAYA TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIA.

    1. Peranan Brawijaya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

        a. Pertempuran – pertempuran awal melawan tentara dan sekutu (1945-1946).

        b. Perang kemerdekaan I (1947)

        c. Perang kemerdekaan II (1948)

        d. Penumpasan pemberontakan PKI muso di Madiun (1948)

     2. Peranan Brawijaya dalam perjuangan menegakan Negara kesatuan Republik Indonesia.

         a. Penumpasan pemberontakan APRA didaerah Jawa barat (1950)

         b. Penumpasan pemberontakan Andoi azis di daerah Sulsel(1950)

         c. Penumpasan pemberontakan RMS di daerah Maluku(1950)

         d. Penumpasan pemberontakan DI/TII di daerah Jabar dan Jateng (1951-1958)

      3. Peranan Brawijaya dalam perjuangan mempertahankan negara Republik Indonesia.

          a. Penumpasan pemberontakan PRRI/permesta didaerah Sumatera dan Sulawesi (1958).

          b. Perjuangan pembebasan Irian barat/Trikora (1962)

          c. Perjuangan dalam rangka Dwi kora (1963-1964)

          d. Penumpasan G.30.S.PKI diwilayah Jatim (1965 hingga sekarang)

          e. Operasi Trisula di daerah Blitar Selatan terhadap sisa-sisa G.30.S.PKI (1967-1969).

           f. Perjuangan dalam rangka integrasi Timor-Timur (1975) dan dilanjutkan operasi teritorial oleh Yon-Yon Kodam

           V/Brawijaya (1990 s.d sekarang).

          g. Operasi Bhakti bencana alam di kepulauan Flores NTT selama 6 bulan (4-12-1992 s.d 16-05-1993) yang dilakukan

          Satgas Bhirawa.

      4. Peranan Brawijaya dalam tugas-tugas Internasional.

          a. RAPWA (1945).

          b. Garuda I ke Mesir (1957)

          c. Garuda III ke Kongo (1962/1963)

          d. Garuda VI dan VIII ke Timur Tengah (1973/1977)

          e. Garuda VII ke Veitnam (1973/1974)

       5. Peranan Brawijaya dalam pembangunan Nasional.

          a. Pelaksanaan operasi bhakti dan karya bhakti ABRI (AMD, manunggal KB kes ABRI, manuggal sosial sejaktera

          penghijauan sejuta pohon)

          b. Pengaman pemilu (1971/1977, 1982, 1987 dan 1992)

          c. Melaksanakan Fungsi sosial dan kekaryaan.

          d. Melaksanakan Intruksi ABRI, Transad dan Translak.

          e. Memajukan dunia pendidikan.

III. Pimpinan-pimpinan Brawijaya

      1. Jenderal Mayor HR Muchamad Mangoen Mihardjo, Kepala Komandemen III Jawa timur tahun 1945

      2. Kolonel Soediro, Pangllima Divisi VI 1945-1946

      3. Jenderal Mayor Jonosewojo, Panglima Divisi VII 1945, Panglima Divisi VI/Narotama 1945/1946

      4. Jenderal Mayor Imam Soedja’i, Panglima Divisi VII/Suropati tahun 1946-1947

      5. Jenderal Mayor Djati Kusumo, Panglima Divisi V/Ronggolawe tahun 1946-1948.

      6. Kolonel Soengkono, Panglima Divisi VI/Narotama tahun 1946-1948, panglima Divisi I/jatim tahun 1948-1950

      7. Kolonel Bambang Soepeno, Panglima Divisi VI/Suropati tahun 1947/1948

      8. Kolonel Bambang Sugeng Panglima T & T V/Brawijaya tahun 1950-1952

      9. Kolonel DR. Soewondo, Panglima R & R V/Brawijaya tahun 1952-1952

     10. Kolonel Soedirman, Panglima T & TB/Brawijaya tahun 1952-1956

     11. Kolonel Sarbini, Panglima T & TV/Brawijaya tahun 1956-1962

     12. Brigjen TNI Soerachman, Pangdam VIII Brawijaya tahun 1959-1962

     13. Mayjen TNI Basuki Rachmat. Pangdam VIII Brawijaya tahun 1962-1965

     14. Brigjen TNI Soenarjadi, Pangdam VIII Brawijaya tahun 1965-1966

     15. Mayjen TNI M. Jasin Pangdam VIII Brawijaya tahun 1967-1970

     16. Mayjen TNI Wahono, Pangdam VIII Brawijaya tahun 1970-1971

     17. Mayjen TNI Widjojo Sujono, pangdam VIII Brawijaya tahun 1971-1975

     18. Letjen TNI Witarmin, Pangdam VIII Brawijaya tahun 1975-1981

     19. Mayjen Tni Moergito Pangdam VII Brawijaya tahun 1981-1983

     20. mayjen TNI Soelarso pangdam VII brawijaya tahun 1983-1985

     21. Mayjen TNI Saiful Sulun Pangdam V/Brawijaya tahun 1985-1987

     22. Mayjen TNI Sugeng Subroto Pangdam V/Brawijaya tahun 1987-1990

     23. Mayjen TNI R. Hartono Pangdam V/Brawijaya tahun 1990-1993

     24. Mayjen TNI Haris Sudarno, Pangdam V/Brawijaya tahun 1993-1995

     25. Mayjen TNI Imam Utomo Pangdam V/Brawijaya tahun 1995-1997

     26. Mayjen TNI Djaja Suparman Sip , Pangdam V/Brawijaya tahun 1997-1998

     27. Mayjen TNI Djoko Subroto S.ip, Pangdam V/Brawijaya tahun 1998-1999

     28. Mayjen TNI Ryamizard RC, Pangdam V/Brawijaya tahun 1999-1999

     29. Mayjen TNI Sudi Silalahi, Pangdam V/Brawijaya tahun 1999-2001

     30. Mayjen TNI AD Sikki, Pangdam V/Brawijaya tahun 2001-2005

     31. Mayjen TNI Syamsul Mappareppa, pangdam V/Brawijaya tahun 2006-2007

     32. Mayjen TNI Bambang Suranto.S.Sos, Pangdam V/Brawijaya tahun 2007-2008

     33. Mayjen TNI Suwarno Sip., M.Sc, Pangdam V/Brawijaya tahun 2008-2010

     34. Mayjen TNI Gatot Nurmantyo Pangdam V/Brawijaya tahun 2010-2011

     35. Mayjen TNI Murdjito Pangdam V/Brawijaya tahun 2011-2013

    36. Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.Ip Pangdam V/Brawijaya tahun 2013 sampai sekarang