Pencarian  

EDISI JANUARI




Nomor : 1 – 1 (Edisi Januari 2016)

CIRI-CIRI INVESTASI BERMASALAH

 

Meski sudah sering ditertibkan, penawaran investasi bermasalah alias investasi bodong masih terus terjadi.  Itu sebabnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau masyarakat, agar berhati-hati dan cerdas memilah dan memilih tawaran investasi.  OJK meminta masyarakat senantiasa waspada, berhati-hati dan bersikap rasional dalam menyikapi penawaran seperti itu. Penawaran investasi tersebut memang belum dapat dipastikan sebagai perbuatan melawan hukum, namun masyarakat perlu memperhatikan adanya potensi kerugian di kemudian hari dibalik janji keuntungan yang ditawarkan.  Karena itu, OJK meminta masyarakat ingat selalu untuk teliti sebelum melakukan transaksi keuangan dan berinvestasi.  Pahami manfaat, biaya dan resikonya.  Pahami pula apa hak dan kewajiban, dan pastikan, ada otoritas yang berwenang mengatur dan mengawasi produk dan lembaganya.

Pemerintah dalam hal ini OJK, tidak bisa berbuat banyak untuk menyikapi masalah ini.  Meskipun menemukan sejumlah kejanggalan, Investasi ini belum bisa dikategorikan sebagai penipuan, karena pengelola investasi tersebut tidak memaksa seseorang untuk mendaftar dan mentransfer sejumlah uang sesuai permintaannya.  Pendaftar bersifat sukarela untuk bergabung dan memilih paket transfer sesuai kemampuannya.  Pihak OJK hanya mampu menghimbau dan memperingatkan, sehingga masyarakat sendirilah yang harus bisa berhati-hati dan cerdas dalam memilih investasi, agar bisa terhindar dari investasi yang merugikan semacam investasi bodong ini.

Menyikapi kondisi tersebut di atas, agar kita  tidak terpengaruh dan dapat terhidar dari investasi bodong yang sudah jelas merugikan.  Untuk itu, kepada segenap Prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya beserta keluarganya, harus mengetahui beberapa karakteristik penawaran investasi bodong yang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1.              Tidak memiliki izin usaha dan tidak ada otoritas yang mengatur dan mengawasi.

2.              Sistem tidak transparan dan tidak ada pihak yang memastikan transparansinya;

3.              Memberi kesan seolah-olah aman dan bebas resiko;

4.              Menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar dan kebebasan financial;

5.              Bersifat berantai, member get member (anggota yang satu mendapatkan anggota yang lain), namun tidak terdapat barang yang menjadi objek investasi;

6.              Merupakan gerakan bersifat global dan melibatkan jutaan partisipan diseluruh dunia.

Demikian Lembar Penerangan Pasukan ini disampaikan, agar dapat diinformasikan ke seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya.







Nomor : 1 – 2 (Edisi Januari 2016)

 

WASPADA TERHADAP ALIRAN SESAT

 

Banyak orang yang selalu berupaya memperkeruh suasana, dengan seolah-olah menawarkan kebenaran yang hakiki, padahal merekalah orang-orang yang selalu berupaya untuk mengotori kemurnian ajaran agama tertentu. Penyebab munculnya aliran sesat antara lain karena dangkalnya akidah dan pengetahuan sebagian masyarakat. Faktor lain karena ada sebagian umat dari agama tertentu berpikiran liberal dan menganggap Agama boleh diinovasi sesuka hati mereka. Selain itu, bukan tak mungkin ada kelompok yang sengaja ingin mengacaukan ajaran agama yang sesungguhnya.

Hal tersebut diperparah lagi dengan euforia atau mabuk kebebasan di masa reformasi ini, yang berawal dari aktivitas kemusyrikan sampai kelompok-kelompok yang mengatasnamakan kebebasan dalam menafsirkan ajaran agama tertentu.   Hingga ada tokoh aliran sesat yang tidak sengaja berkomentar mengatakan mumpung sedang bebas. Munculnya berbagai aliran dengan mengatasnamakan agama tersebut semakin membuat resah banyak orang. Terdapat banyak hal yang dilakukan oleh orang-orang dalam menyikapi berbagai peristiwa ini, ada yang menyikapi dengan tenang tetapi penuh keprihatinan, namun ada pula yang marah dan berang. Bahkan, pihak yang dituduh menyimpang pun selalu berkelit bahwa yang berhak menentukan sesat itu hanyalah Tuhan. Merekapun dengan berani berkomentar lantang dengan mengaku yang paling benar dan menyatakan bahwa yang tidak searah dengan mereka adalah salah, menyimpang, dan bahkan sesat dan menyesatkan.

Bila manusia dibiarkan melaksanakan kebebasan secara mutlak maka kehidupan ini akan berakibat tidak ada lagi tatanan kehidupan yang harmonis. Hal ini seperti kebebasan dalam menyampaikan ajaran sesat yang ada saat ini. Dalam praktiknya, secara sosiologis kesesatan-kesesatan yang dilakukan oleh sebagian orang itu kadang-kadang tidak dianggap sesat walaupun dilaksanakan oleh banyak orang. Dengan adanya ajaran sesat tersebut maka tatanan hidup akan semakin kabur dan cenderung memecah belah umat.

Ciri-ciri Aliran sesat

Penafsiran yang keliru dan kurangnya pendalaman ajaran agama tertentu serta kebebasan yang disalahgunakan,  menyebabkan munculnya aliran sesat. Aliran sesat tersebut memiliki beberapa ciri yang harus diketahui, khususnya masyarakat awam yang belum terlalu memahami ajaran agama dengan baik.  Umumnya aliran sesat tersebut memiliki ciri-ciri :

1.              Adanya pengakuan si pendiri aliran, bahwa dirinya adalah Nabi dan Rasul

2.              Tidak mengakui Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir (dalam syahadat mereka, tidak mengikutsertakan nama Rasulullah SAW);

3.              Tidak menjalankan rukun Islam yang menjadi pegangan seluruh kaum muslimin dengan sumber yang jelas, bahkan menghilangkannya;

4.              Menghilangkan syariat salat lima waktu dalam sehari semalam, mengganti nya dengan cara yang lain;

5.              Santai dalam menjalankan syariat;

6.              Menganggap orang yang tidak masuk kepada kelompoknya dan mengakui bahwa pemimpin mereka adalah Rasul adalah orang musyrik;

7.              Dalam dakwah, ada yang menerapkan istilah sittati aiyyam (enam hari) yang mereka terjemahkan menjadi enam tahapan, yaitu :

•                Sirran (Diam-diam / Sembunyi-sembunyi / Bergerilya)

•                Jahran (Terang-terangan)

•                Hijrah

•                Qital

•                Futuh (Meniru Nabi Muhammad saw, membuka Mekah)

•                Khilafah.

8.              Memisahkan diri dari jama’ah Islam (mayoritas Islam). Mereka hanya mau berguru dan mau beriman hanya dengan kelompok mereka sendiri: Mereka memiliki masjid sendiri dan tidak mau sholat di masjid di luar kelompok mereka.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan 10 kriteria aliran sesat. Apabila ada satu ajaran yang terindikasi punya salah satu dari kesepuluh kriterai itu, bisa dijadikan dasar untuk masuk ke dalam kelompok aliran sesat :

1.              Mengingkari rukun iman dan rukun Islam

2.              Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Al-Qur’an dan as-sunah),

3.              Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an

4.              Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Qur’an

5.              Melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir

6.              Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam

7.              Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul

8.              Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir

9.              Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah

10.           Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i

Demikian Lembar Penerangan Pasukan ini disampaikan agar dapat dipedomani, dilaksanakan dan disebarluaskan kepada seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya.