Pencarian  

EDISI PEBRUARI


Nomor : 2 – 1 (Edisi Pebruari 2016)

 

KESEHATAN YANG RENDAH PENYEBAB TINGGINYA ANGKA KEMATIAN PRAJURIT/PNS TNI AD

 

Tugas pokok TNI sesuai UU No 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia di wilayah darat dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan NKRI.

Guna mengoptimalkan pencapaian tugas pokok maka disusun organisasi tugas (TOP/DSPP) yang harus dapat difungsikan secara efektif di setiap strata kewenangan.  Personel dan alat peralatan yang merupakan kelengkapan organisasi memiliki fungsi, tugas dan tanggungjawab yang berbeda dan saling melengkapi.  Ketika salah satu fungsi tidak dapat melaksanakan tugasnya secara terpadu maka mekanisme kerja organisasi akan terganggu sehingga tujuan yang akan dicapai tidak bisa terpenuhi.

Setiap Prajurit/PNS TNI AD sebagai bagian dari organisasi, harus mampu melaksanakan tugas masing-masing sesuai Job Discription yang telah diatur dalam TOP/DSP. Oleh karena itu dalam melaksanakan kegiatan guna menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut diharapkan setiap Prajurit/PNS Kodam V/Brawijaya mampu meminimalisir dampak yang berakibat pada kerugian personel/materiil.  Kerugian personel salah satunya disebabkan Prajurit/PNS TNI AD meninggal dunia karena sakit.  Berdasarkan data yang dihimpun Spamad selama TA. 2015, tercatat  Prajurit/PNS TNI AD meninggal dunia karena sakit sebanyak 144 personel terdiri dari : Pamen 6 personel, Pama 17 personel, Bintara 76 personel, Tamtama 31 personel dan PNS 14 personel.

Prajurit/PNS TNI AD yang meninggal dunia karena sakit dimungkinkan penyebabnya adalah pola hidup yang tidak sehat dan mengabaikan sakit yang diderita sehingga tidak serius dalam pengobatan.  Pola hidup yang sehat adalah upaya setiap orang yang ingin selalu sehat, yaitu dengan memperhatikan gaya hidup sehat agar tubuh selalu terhindar dari berbagai penyakit.  Beberapa pola hidup yang sehat yang perlu diperhatikan adalah pola makan, olah raga dan istirahat yang cukup.  Kesadaran Prajurit/PNS TNI AD dalam melaksanakan pola hidup sehat perlu ditingkatkan secara optimal guna menjaga dan memelihara kesehatan sehingga dapat menekan angka meninggal dunia karena sakit.

Untuk mencegah dan menekan angka kerugian personel akibat meninggal dunia karena sakit diperlukan peran serta unsur Komandan/Pimpinan di satuan, antara lain :

Pertama, Menginventarisir personel Prajurit/PNS TNI AD yang menderita sakit kronis sesuai dengan penyakit yang dideritanya serta upaya pengobatannya.

Kedua,  Optimalkan program pemeriksaan kesehatan secara berkala/periodik kepada seluruh Prajurit/PNS TNI AD yang telah diprogramkan oleh satuan atas.

Ketiga, Pastikan bahwa pelaksanaan rekruitmen Prajurit/PNS TNI AD khususnya tahap seleksi kesehatan dapat menghasilkan Prajurit/PNS TNI AD yang memiliki postur tubuh yang ideal, sehat dan kuat serta tidak memiliki gejala suatu penyakit.

Keempat, Meningkatkan pengawasan secara terus menerus terhadap perilaku anggota baik pada saat jam dinas maupun diluar jam dinas untuk mencegah perilaku negatif yang bisa berdampak terhadap kesehatan.

Kelima, Optimalkan pelayanan kesehatan di RS/Poliklinik baik peningkatan kualitas tenaga kesehatan maupun fasilitas dan alat peralatan kesehatan yang memadai.

Keenam, Tingkatkan pengawasan terhadap kualitas kehidupan Prajurit/PNS TNI AD untuk memperoleh pola hidup yang sehat, standarisasi kerja yang terukur, penggunaan alat kinerja yang aman, pengetahuan tentang kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari terjangkitnya wabah penyakit.

 

Demikian Lembar Penerangan Pasukan ini disampaikan agar dapat dipedomani, dilaksanakan dan disebarluaskan kepada seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya.


 
 Nomor : 2 - 2 (Edisi Pebruari  2016)

 

 

WASPADA TERJADINYA ANCAMAN BENCANA ALAM

 

            Sebagian besar wilayah Indonesia mengalami bencana alam, baik bencana banjir, tanah longsor serta erupsi gunung berapi. Bencana tersebut telah berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat, begitu banyak korban akibat bencana, baik korban jiwa manusia sampai dengan harta benda yang menimbulkan kerugian yang cukup besar.  Permasalahan akibat bencana tidak sampai disitu, korban yang selamat yang ditempatkan di tenda-tenda pengungsian menghadapi masalah mulai dari kekurangan sarana pendukung aktivitas kehidupan mereka, sampai pada masalah penyakit yang diderita sebagian pengungsi.

         Menyikapi terjadinya berbagai bencana di tanah air,  khususnya di Jawa Timur, Pimpinan Kodam V/Brawijaya telah menekankan agar satuan jajaran Kodam V/Brawijaya, tanggap dan peduli terhadap masyarakat yang terkena musibah bencana, mulai saat bencana terjadi sampai pada pasca bencana dengan membantu upaya perbaikan kerusakan di daerah bencana serta pemulihan kondisi para pengungsi,  untuk meringankan beban masyarakat tersebut.

          Hingga saat ini di awal tahun 2016 ini cuaca masih tidak menentu, curah hujan masih cukup tinggi, beberapa daerah mengalami musibah banjir seperti daerah Wonogiri,  Sukoharjo, Klaten, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dll. Mencermati kondisi ini harus diantisipasi adanya bencana susulan yang bisa saja terjadi di lain tempat atau tempat yang sama.  Mengantisipasi terjadinya bencana alam khususnya banjir dan tanah longsor susulan di wilayah Kodam V/Brawijaya berkaitan dengan masuknya musim penghujan, agar setiap pimpinan/Komandan satuan melakukan tindakan nyata sebagai berikut :

Pertama, meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan khususnya di daerah-daerah rawan banjir dan tanah longsor.

Kedua, menyiapkan satuannya setiap saat di kerahkan untuk membantu sesuai permintaan dari Pemda dan BPBD setempat.

Ketiga, menyiapkan dan menerapkan Protap Satuan tentang penanggulangan bencana alam khususnya bencana alam banjir dan tanah longsor jika setiap saat  terjadi bencana di wilayah tanggung jawabnya.

Keempat, menyiapkan Alpal dan Alkapsus untuk sewaktu-waktu siap dikerahkan membantu masyarakat yang terkena bencana.

Kelima, mengikuti perkembangan situasi secara terus menerus dan melaporkan hal-hal yang menonjol kepada Pangdam V/Brawijaya Up. Asops Kasdam V/Brawijaya pada kesempatan pertama.

Keenam, Memperhatikan faktor keamanan dan mengadakan koordinasi dengan Komando/Satuan/Instansi terkait guna kelancaran pelaksanaan kegiatan di wilayah tanggung jawabnya.

       Demikian Lembar Penerangan Pasukan ini disampaikan agar dapat di pedomani, dilaksanakan dan disebarluaskan kepada seluruh Prajurit dan PNS di jajaran Kodam V/Brawijaya.