Pencarian  

EDISI MARET

Nomor : 3 – 1 (Edisi Maret 2016) 

DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA

 

Jumlah pemakai Narkoba di Indonesia tercatat sangat tinggi.  Tingginya angka pemakai Narkoba di Indonesia menjadikan  Negara ini sebagai sasaran peredaran gelap Narkoba.  Penyalahgunaan dalam penggunaan Narkoba adalah pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian akan tetapi digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi yang cukup wajar/sesuai dosis yang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja, penggunaan Narkoba secara terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan, depedensi, adiksi atau kecanduan.

Penyalahgunaan Narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakainya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh Narkoba dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadian seseorang. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang “wajar” bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.

Penyalahgunaan Narkoba merupakan suatu pola penggunaan yang harus menjadi perhatian segenap pihak. Meskipun sudah terdapat banyak informasi yang menyatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dalam mengkonsumsi Narkoba, tetapi hal ini belum memberi angka yang cukup signifikan dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan Narkoba.

Bila Narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan Narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis Narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan Narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

1.         Dampak penyalahgunaan Narkoba terhadap fisik.

a.             Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi.

b.             Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.

c.              Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan  (abses), alergi, eksim.

d.             Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.

e.             Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur.

f.               Dampak penyalahgunaan Narkoba terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan pada endokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.

g.             Dampak penyalahgunaan Narkoba terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).

h.             Bagi pengguna Narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya.

i.               Penyalahgunaan Narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi Narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.

2.         Dampak penyalahgunaan Narkoba terhadap psikis.

a.             Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.

b.             Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.

c.              Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal.

d.             Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.

e.             Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

3.         Dampak penyalahgunaan Narkoba terhadap lingkungan sosial.

a.             Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.

b.             Merepotkan dan menjadi beban keluarga.

c.              Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram.

Terkait dengan hal itu, kepada para Prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya di tekankan hal-hal sebagai berikut  :

1.         Katakan tidak pada Narkoba, dengan tidak mendekati/mencoba/memperjualbelikan.

 

2.       Pelaksanaan pengecekan Narkoba secara rutin dan mendadak kepada Prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya, merupakan salah satu langkah yang tepat untuk pencegahan bahaya Narkoba di lingkungan Satuan.

3.        Tingkatkan kepedulian sesama anggota, agar saling mengawasi dan mengingatkan tentang bahaya Narkoba.

4.        Manfaatkan program P4GN untuk melaksanakan pemeriksaan secara berkala dan laksanakan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pihak terkait tentang upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya Narkoba.

5.             Berikan penyuluhan Santi Karma dan Santi Aji kepada seluruh anggota dan keluarganya tentang bahaya Narkoba.

6.             Laksanakan kegiatan-kegiatan positif untuk memberikan suasana yang rukun dan sejahtera di lingkungan Satuan.

7.             Laksanakan peran Bintal fungsi komando yang dilaksanakan secara rutin di tempat ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Demikian Lembar Penerangan Pasukan ini disampaikan agar dapat dipedomani, dilaksanakan dan disebarluaskan kepada seluruh Prajurit dan PNS beserta keluarganya di jajaran Kodam V/Brawijaya. 

 




 
 Nomor : 3 – 2 (Edisi Maret 2016)

 

 

TINDAK TEGAS PRAJURIT TERLIBAT NARKOBA

 

Maraknya peredaran Narkoba di Indonesia saat ini sudah sampai pada tahap darurat dan sangat memprihatinkan. Peredaran obat-obatan terlarang itu telah banyak menimbulkan korban bahkan merenggut jiwa warga Negara, khususnya generasi muda bangsa. Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo menyebut ribuan orang meninggal karena ketergantungan barang haram tersebut, sehingga Presiden telah mengintruksikan perang terhadap Narkoba, melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pembentukan satuan tugas (Satgas) terpadu untuk memerangi Narkoba.

Kenapa dikatakan darurat Narkoba.?  Karena sesuai data yang di kutip dari BNN pada tahun 2015 bahwa korban Narkoba yang harus direhab sekarang ini telah mencapai angka 4,5 juta generasi muda, sedangkan yang sudah tidak bisa direhab sebanyak 1,2 juta.  Korban yang meninggal dunia karena dampak Narkoba setiap hari sebanyak 50 orang, berarti setahun ada 18 ribu orang meninggal dunia karena Narkoba.  Oleh karena itu meskipun masih diwarnai pro dan kontra, hukuman mati yang diberikan kepada pengedar Narkoba sudah sangat tepat dan mendapat dukungan yang penuh dari sebagian besar rakyat Indonesia. Mengingat besarnya dampak negatif penyalahgunaan Narkoba, Presiden telah meminta bantuan kepada para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya untuk turut aktif mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya Narkoba bagi kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.

 Instruksi Presiden tersebut direspon oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dengan menginstruksikan perang terhadap Narkoba serta memberikan sanksi tegas kepada oknum Prajurit TNI, apabila terbukti terlibat Narkoba. Panglima TNI juga memerintahkan jajarannya melakukan pembersihan internal pada tubuh TNI berkaitan dengan penyalahgunaan Narkoba oleh oknum TNI. Disamping itu Panglima TNI juga memerintahkan kepada semua Panglima dan semua Komandan Satuannya untuk memeriksa setiap individu dalam kesatuan TNI guna memastikan tidak adanya indikasi Narkoba hingga Juni 2016.   Jika setelah bulan Juni masih ada anggota TNI yang kedapatan terlibat menyalahgunakan Narkoba, Komandan anggota tersebut akan diberikan sanksi tegas bilamana terbukti secara hukum.

Instruksi Panglima TNI tersebut, dengan segera ditindaklanjuti oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi dengan menjatuhkan sanksi tegas kepada tiga Prajurit  Kodam V/Brawijaya  yang  telah  terbukti  melakukan pelanggaran berat berupa pemecatan, yang salah satunya positif menyalahgunakan Narkoba.  Hal ini adalah suatu bukti bahwa  Pangdam V/Brawijaya,  juga tidak main-main dalam menegakkan disiplin Prajurit di jajaran Kodam V/Brawijaya.

Untuk itu, marilah bersama sama kita nyatakan perang melawan Narkoba, dengan berperan aktif dalam menjaga lingkungan kita dari peredaran dan pemakaian barang haram  tersebut.   Kepada  seluruh  jajaran Kodam V/Brawijaya, dihimbau untuk terus melakukan pengawasan dan penegakkan hukum terhadap penyalahgunaan Narkoba dan zat-zat terlarang lainnya di kalangan anggota beserta keluarganya, disamping upaya-upaya penindakan secara tegas kepada oknum prajurit yang terbukti terlibat dalam jaringan Narkoba baik selaku pengguna maupun pengedar.

Demikian Lembar Penerangan Pasukan ini disampaikan agar dapat dipedomani, dilaksanakan dan disebarluaskan kepada seluruh Prajurit dan PNS beserta keluarganya di jajaran Kodam V/Brawijaya.